Rabu, 10 Desember 2014

About Writing

Assalamualaikum..
          Berhubung ini postingan pertama saya, saya ingin memberitahu alasan saya membuat blog ini. Saya adalah orang yang sangat suka menulis, namun terkadang hobi itu terhambat dengan kesibukan yang lain, jujur saja kemampuan tulis menulis saya belum sepenuhnya saya kembangkan, sehingga selama ini saya terkesan ‘jalan ditempat’. 

Beberapa minggu lalu ada seorang Akhi yang menelepon saya, Ia adalah senior saya sewaktu SMP. Ia banyak bercerita tentang cerita suksesnya, tentang kemampuannya yang berkembang pesat, saya cukup heran ketika ia mengatakan bahwa ia menjuarai Lomba Debat Bahasa Inggris Se-Provinsi Lampung, dan baru saja pergi ke Singapore sebagai hadiahnya. Hal ini sedikit ajaib bagi saya mengingat sewaktu kelas 3 SMP kemampuan bahasa inggrisnya tidak lebih baik dari saya yang pada saat itu masih kelas 1 SMP. Tidak mau ketinggalan saya pun bertanya apa kiat-kiat sukses nya, salah satunya ia menyarankan  untuk membaca buku Ta’limul Muta’alim karangan Syeikh Al-Zarnuji, saya pun cepat-cepat mendownload bukunya, Alhamdulillah berhasil terdownload  ;-) 

Jumlah halaman pada Kitab Ta’limul Muta’alim tidak terlalu banyak, isinya padat singkat dan berisi beberapa tips-tips sederhana untuk belajar. Menurut saya isi yang paling menarik adalah anjuran untuk membawa kertas atau buku catatan kecil dan pena kemanapun kita pergi, seperti perkataan akhi yang menelepon saya, kurang lebihnya seperti ini “ hal penting yang sering dilupakan seorang muslim adalah hikmah…” Yup, terkadang secara tidak sengaja kita mengamati fenomena alam dan fenomena social di kehidupan kita sehari-hari, dan secara tidak langsung dapat mengambil hikmahnya bahkan memaknainya, namun seiring berjalannya waktu hikmah yang sudah terserap di alam bawah sadar kita itu berangsur hilang, oleh karena itu buku catatan kecil dan pena diperlukan untuk mencatat hikmah seketika itu juga ketika hikmah itu kita dapatkan. Akhi tersebut melanjutkan “….sesuatu yang bisa membuat kita faham dan sadar adalah hikmah, jika ilmu bisa membuatmu sadar dan faham maka itu adalah hikmah, begitu juga kejadian-kejadian disekitar kita, jadi catatlah supaya dirimu tidak lupa, kamu boleh mengingatnya untuk sementara waktu, tapi ingat ada kalanya kita lupa.”  Subhanallah, terkadang saya berfikir betapa luar biasanya akhi ini, mengingat ia masih duduk di kelas 3 SMA sekarang ini.
Sebenarnya untuk buku catatan kecil dan pena saya sudah menerapkannya sejak kurang lebih dua tahun lalu, namun buku catatan saya tidak teratur ( tercampur dengan coret-coretan, dan lain-lain) sehingga saya bingung ketika saya ingin membaca kembali apa yang sudah saya catat, sekarang sya mulai memperbaiki buku catatan saya mengingat betapa penting manfaatnya. berikut saya akan memberikan tips untuk mengatur pembukuan harian .
1.     Hand Book
Supaya mudah saya menyebutnya dengan Hand Book, ini adalah buku yang saya sebut berisi tentang hikmah-hikmah yang kita temukan. Singkat saja,supaya pembukuan kita teratur pertama-tama tentunya teman-teman harus membeli buku kecil  yang bisa masuk di kantong, harganya mungkin tidak lebih dari 4000 rupiah, selanjutnya bagi buku menjadi tiga bagian dan  beri sket (seperti pada kamus bahasa inggris ). Saya membagi buku kecil saya menjadi 3 bagian, lalu memberi judul pada sket nya, diantaranya : Wisdom, Planning, dan English, namun jumlah dan judul bagian bisa sesuai keperluan teman-teman.
Pada bagian Wisdom,saya menuliskan hikmah-hikmah yang seketika itu saya dapatkan, supaya lebih menarik untuk dibaca kembali ada baiknya teman-teman menyusun hikmah itu dengan kata-kata yang indah, sehingga terlihat seperti kata-kata mutiara pada umumnya, dari situ anda juga akan merasakan leganya dapat menghasilkan karya kecil yang orisinil meskipun hanya beberapa kalimat.
Pada bagian Planning saya menuliskan rencana-rencana serta ide-ide saya, dulu sewaktu masih SMP,bagian ini penuh dengan rancangan program kerja OSIS, namun berhubung sekarang saya sudah tidak terlalu aktif di OSIS dan ‘bermanifestasi’ menjadi anak kos, bagian ini penuh dengan rancangan belanja dan jadwal harian, hehe :-D  namun jangan salah, banyak juga target-target beserta stepnya tertulis dibagian ini. Teman- teman juga dapat menggunakan bagian ini sebagai pengingat, misalkan contoh sederhananya menuliskan tanggal mengembalikan buku perpustakaan dan sebagainya. Menulis Planning ini sangat penting karena kegiatan kita sehari-hari akan terarah dan sesuai sasaran. Try it!
Yang terakhir adalah bagian English. Berhubung saya lagi gencar-gencarnya belajar bahasa inggris, saya menggunakan bagian ini untuk menuliskan kata-kata yang belum saya ketahui artinya untuk saya tanyakan kepada guru atau teman saya, selain itu saya sering menuliskan kembali berita harian dari Koran bilingual yang saya baca.

          Nah, itu dulu yang bisa saya bagi pada postingan perdana saya, insyaAllah berlanjut untuk tips membuat Jurnal harian. Mencoba menulis pada awalnya memang susah, untuk saya sendiri butuh waktu 2 tahun untuk pembiasaan, masyaAllah. Tapi apapun yang terjadi menulislah,
 “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dimasyarakat, menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer ). Wassalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar