Assalamualaikum..
Berhubung
ini postingan pertama saya, saya ingin memberitahu alasan saya membuat blog
ini. Saya adalah orang yang sangat suka menulis, namun terkadang hobi itu
terhambat dengan kesibukan yang lain, jujur saja kemampuan tulis menulis saya
belum sepenuhnya saya kembangkan, sehingga selama ini saya terkesan ‘jalan ditempat’.
Beberapa
minggu lalu ada seorang Akhi yang menelepon saya, Ia adalah senior saya sewaktu
SMP. Ia banyak bercerita tentang cerita suksesnya, tentang kemampuannya yang berkembang
pesat, saya cukup heran ketika ia mengatakan bahwa ia menjuarai Lomba Debat
Bahasa Inggris Se-Provinsi Lampung, dan baru saja pergi ke Singapore sebagai
hadiahnya. Hal ini sedikit ajaib bagi saya mengingat sewaktu kelas 3 SMP
kemampuan bahasa inggrisnya tidak lebih baik dari saya yang pada saat itu masih
kelas 1 SMP. Tidak mau ketinggalan saya pun bertanya apa kiat-kiat sukses nya,
salah satunya ia menyarankan untuk
membaca buku Ta’limul Muta’alim karangan Syeikh Al-Zarnuji, saya pun cepat-cepat
mendownload bukunya, Alhamdulillah berhasil terdownload ;-)
Jumlah
halaman pada Kitab Ta’limul Muta’alim tidak terlalu banyak, isinya padat
singkat dan berisi beberapa tips-tips sederhana untuk belajar. Menurut saya isi
yang paling menarik adalah anjuran untuk membawa kertas atau buku catatan kecil
dan pena kemanapun kita pergi, seperti perkataan akhi yang menelepon saya,
kurang lebihnya seperti ini “ hal penting yang sering dilupakan seorang muslim
adalah hikmah…” Yup, terkadang secara tidak sengaja kita mengamati fenomena
alam dan fenomena social di kehidupan kita sehari-hari, dan secara tidak
langsung dapat mengambil hikmahnya bahkan memaknainya, namun seiring
berjalannya waktu hikmah yang sudah terserap di alam bawah sadar kita itu
berangsur hilang, oleh karena itu buku catatan kecil dan pena diperlukan untuk
mencatat hikmah seketika itu juga ketika hikmah itu kita dapatkan. Akhi
tersebut melanjutkan “….sesuatu yang bisa membuat kita faham dan sadar adalah
hikmah, jika ilmu bisa membuatmu sadar dan faham maka itu adalah hikmah, begitu
juga kejadian-kejadian disekitar kita, jadi catatlah supaya dirimu tidak lupa,
kamu boleh mengingatnya untuk sementara waktu, tapi ingat ada kalanya kita
lupa.” Subhanallah, terkadang saya
berfikir betapa luar biasanya akhi ini, mengingat ia masih duduk di kelas 3 SMA
sekarang ini.
Sebenarnya
untuk buku catatan kecil dan pena saya sudah menerapkannya sejak kurang lebih
dua tahun lalu, namun buku catatan saya tidak teratur ( tercampur dengan
coret-coretan, dan lain-lain) sehingga saya bingung ketika saya ingin membaca
kembali apa yang sudah saya catat, sekarang sya mulai memperbaiki buku catatan
saya mengingat betapa penting manfaatnya. berikut saya akan memberikan tips
untuk mengatur pembukuan harian .
1. Hand Book
Supaya
mudah saya menyebutnya dengan Hand Book, ini adalah buku yang saya sebut berisi
tentang hikmah-hikmah yang kita temukan. Singkat saja,supaya pembukuan kita
teratur pertama-tama tentunya teman-teman harus membeli buku kecil yang bisa masuk di kantong, harganya mungkin
tidak lebih dari 4000 rupiah, selanjutnya bagi buku menjadi tiga bagian dan beri sket
(seperti pada kamus bahasa inggris ). Saya membagi buku kecil saya menjadi
3 bagian, lalu memberi judul pada sket nya, diantaranya : Wisdom, Planning, dan
English, namun jumlah dan judul bagian bisa sesuai keperluan teman-teman.
Pada
bagian Wisdom,saya menuliskan hikmah-hikmah yang seketika itu saya dapatkan,
supaya lebih menarik untuk dibaca kembali ada baiknya teman-teman menyusun
hikmah itu dengan kata-kata yang indah, sehingga terlihat seperti kata-kata
mutiara pada umumnya, dari situ anda juga akan merasakan leganya dapat
menghasilkan karya kecil yang orisinil meskipun hanya beberapa kalimat.
Pada
bagian Planning saya menuliskan rencana-rencana serta ide-ide saya, dulu sewaktu
masih SMP,bagian ini penuh dengan rancangan program kerja OSIS, namun berhubung
sekarang saya sudah tidak terlalu aktif di OSIS dan ‘bermanifestasi’ menjadi
anak kos, bagian ini penuh dengan rancangan belanja dan jadwal harian, hehe :-D namun jangan salah, banyak juga target-target
beserta stepnya tertulis dibagian ini. Teman- teman juga dapat menggunakan
bagian ini sebagai pengingat, misalkan contoh sederhananya menuliskan tanggal
mengembalikan buku perpustakaan dan sebagainya. Menulis Planning ini sangat
penting karena kegiatan kita sehari-hari akan terarah dan sesuai sasaran. Try
it!
Yang
terakhir adalah bagian English. Berhubung saya lagi gencar-gencarnya belajar
bahasa inggris, saya menggunakan bagian ini untuk menuliskan kata-kata yang
belum saya ketahui artinya untuk saya tanyakan kepada guru atau teman saya,
selain itu saya sering menuliskan kembali berita harian dari Koran bilingual
yang saya baca.
Nah,
itu dulu yang bisa saya bagi pada postingan perdana saya, insyaAllah berlanjut
untuk tips membuat Jurnal harian. Mencoba menulis pada awalnya memang susah,
untuk saya sendiri butuh waktu 2 tahun untuk pembiasaan, masyaAllah. Tapi
apapun yang terjadi menulislah,
“orang
boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dimasyarakat,
menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer ).
Wassalam..